Aku bersyukur kepada Tuhan bisa menjadi bagian dari paseban
siwi. Bertemu dengan bapak unus dan ibu anik sebagai pendiri dari paseban siwi,
menjadi keluarga baru bagiku (berhubung aku juga seorang perantau,,hehe). Banyak
hal yang aku dapat, pelajaran hidup, baik suka maupun duka. Terlebih lagi, dari
tempat ini aku bisa belajar banyak hal mengenai tari. Aku diijinkan untuk
menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Learning by doing, begitu istilahnya, tanpa ada
bekal teori sama sekali. Hanya berbekal niat dan kesenangan pada dunia tari.
Di sanggar ini, aku dipercaya untuk membina tari bagi
anak-anak. “Sebisanya mbak” begitu kata bu Anik. Dengan modal kemampuan tari
semampuku, kulatih mereka. Ternyata, sulitnya minta ampun! Aku sempat down,
merasa minder, dan merasa bersalah pada anak-anak itu, karena tarian yang ku
ajarkan tidak berjalan maksimal. Tapi tetap, suport dari mereka yang membuatku
tetap bertahan sampai sekarang. “Kita sama-sama belajar mbak, yang membedakan cuma
pengalaman”. Kata-kata dari bu Anik inilah yang terus memotivasiku untuk terus
mengembangkan kemampuanku.
Aku berharap paseban siwi akan terus berkembang. Sehingga tidak
hanya aku yang merasakan hal positif dari tempat ini, tapi semua orang.
Kerinduanku,,karena aku sudah diberkati,,maka aku pun ingin orang lain juga
mendapatkan berkat dari hal ini juga.
Semangat Paseban Siwi..!!!